Di Balik Kopdarnas 7 KMI di Makassar, Ada Solidaritas Komunitas Mekanik Jie

Komunitas Mekanik Jie menjadi penggerak Kopdarnas 7 KMI di Makassar, membawa semangat persaudaraan, berbagi ilmu otomotif, dan kepedulian sosial.

Komunitas Mekanik Jie menjadi salah satu motor penggerak dan tuan rumah Kopdarnas ke-7 Komunitas Mekanik Indonesia (KMI) yang berlangsung di Makassar, 15–17 September 2026.

Makassar, 17 September 2026 — Kopdarnas ke-7 Komunitas Mekanik Indonesia (KMI) yang berlangsung di Makassar pada 15–17 September 2026 tidak hanya menjadi pertemuan mekanik dari berbagai daerah di Indonesia. Di balik pelaksanaan kegiatan nasional tersebut, terdapat peran Komunitas Mekanik Jie yang menjadi salah satu motor penggerak sekaligus dipercaya sebagai tuan rumah dan panitia penyelenggara.

Dipimpin Rohandi Daeng Naba, owner Bengkel Dokter Montir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mekanik Jie dikenal sebagai komunitas yang aktif dan solid di wilayah Sulawesi Selatan. Perannya dalam Kopdarnas 7 memperlihatkan bagaimana sebuah komunitas lokal dapat menjadi bagian penting dalam mempertemukan mekanik dari berbagai daerah.

Bagi Mekanik Jie, kegiatan tersebut bukan semata agenda organisasi. Ada nilai persaudaraan, pertukaran pengetahuan, serta kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan komunitas.

Dari Makassar, Persaudaraan Mekanik Dipertemukan

Nama “Jie” memiliki arti “saudara” dalam bahasa Makassar. Makna tersebut menjadi dasar bagaimana komunitas ini membangun hubungan di antara anggotanya.

Mekanik Jie merupakan persaudaraan mekanik yang berazaskan kekeluargaan. Besar atau kecilnya sebuah bengkel bukan ukuran dalam hubungan antaranggotanya. Semua ditempatkan sebagai saudara dalam satu profesi.

Filosofi tersebut terlihat dalam berbagai aktivitas komunitas. Pertemuan tidak hanya berlangsung di lingkungan bengkel, tetapi juga melalui kegiatan keluarga, arisan, dan aktivitas sosial.

Bagi Rohandi Daeng Naba, menjaga hubungan antarsesama mekanik memiliki arti penting. Prinsip yang ia pegang sederhana: “Kalau silaturahmi kuat, rezeki juga kuat.”

Nilai itu pula yang menjadi salah satu fondasi ketika Mekanik Jie dipercaya menjadi bagian dari penyelenggaraan Kopdarnas 7 KMI di Makassar.

Tiga Pilar yang Menjaga Mekanik Jie Tetap Solid

Di tengah perkembangan teknologi sepeda motor dan tuntutan profesi mekanik yang semakin dinamis, Mekanik Jie tidak hanya menjadikan komunitas sebagai tempat berkumpul.

Ada tiga pilar yang menjadi bagian penting dari aktivitas mereka: silaturahmi tanpa batas, berbagi ilmu injeksi, dan kepedulian sosial.

1. Silaturahmi Tanpa Batas

Bagi Mekanik Jie, hubungan antarmekanik tidak berhenti pada urusan pekerjaan.

Anggota rutin membangun pertemuan melalui kegiatan keluarga, arisan, hingga kegiatan sosial. Pola tersebut membuat hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga memiliki ikatan kekeluargaan.

Semangat inilah yang kemudian menjadi modal sosial ketika komunitas harus menerima dan melayani anggota KMI dari berbagai daerah dalam Kopdarnas 7.

2. Berbagi Ilmu Injeksi

Perkembangan teknologi otomotif membuat mekanik harus terus belajar. Sistem injeksi, smartkey, hingga remap ECU menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang perlu dipahami dalam pekerjaan bengkel modern.

Mekanik Jie menjadikan komunitas sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan tersebut. Anggota senior berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada anggota junior tanpa pelit ilmu.

Transfer pengetahuan semacam ini membuat komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang belajar bersama bagi para mekanik.

3. Kepedulian Sosial

Aktivitas Mekanik Jie juga menyentuh masyarakat di luar lingkungan bengkel.

Komunitas ini menjalankan berbagai kegiatan sosial, antara lain servis gratis bagi masyarakat sekitar, memberikan bantuan kepada korban bencana, serta santunan.

Bagi mereka, bengkel tidak semata-mata menjadi tempat mencari keuntungan. Keahlian yang dimiliki mekanik juga dapat digunakan sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Rohandi Daeng Naba dan Peran Mekanik Jie di Kopdarnas 7

Kopdarnas 7 menjadi salah satu momentum yang mempertemukan anggota Komunitas Mekanik Indonesia dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Komunitas Mekanik Jie berperan sebagai salah satu penggerak sekaligus tuan rumah dan panitia penyelenggara di Makassar.

Ketua Umum KMI, H. Said Rahaguna, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Mekanik Jie ini luar biasa. Dipimpin Rohandi Daeng Naba, mereka buktikan bahwa mekanik daerah mampu menggelar acara nasional dengan sangat profesional. Jamuan yang hangat, koordinasi yang rapi, semua peserta dari Sumatera sampai Papua merasa dihargai.”

Pernyataan tersebut menjadi gambaran mengenai peran komunitas lokal dalam sebuah agenda berskala nasional. Bukan hanya menyiapkan kegiatan, tetapi juga memastikan para peserta dari berbagai wilayah dapat merasakan suasana persaudaraan selama berada di Makassar.

Keberhasilan Kopdarnas 7 sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas Mekanik Jie tidak terbatas pada persoalan teknis otomotif. Hubungan antarmekanik dan kemampuan membangun kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komunitas.

Setelah Kopdarnas 7, Ada Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Usai rangkaian kegiatan Kopdarnas 7, Rohandi Daeng Naba menyampaikan apresiasi kepada seluruh Komunitas Mekanik Indonesia yang telah hadir di Makassar.

“Selamat jalan dan terima kasih untuk semua Komunitas Mekanik Indonesia yang telah menghadiri kegiatan Kopdarnas ke-7 di Makassar.”

Sebagai tuan rumah, Rohandi juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Sikap tersebut menjadi bagian dari tradisi penyelenggaraan kegiatan komunitas, ketika keberhasilan sebuah agenda tidak hanya diukur dari rangkaian acara yang terlaksana, tetapi juga dari hubungan baik yang tetap terjaga setelah seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.

Dua Peserta Membawa Pulang Hadiah

Kopdarnas 7 di Makassar juga diwarnai dengan pemberian hadiah kepada sejumlah peserta.

Salah satunya adalah Surahman dari Bengkel AHMDZUR Motor, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang meraih hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor Honda.

Hadiah lainnya diterima Adji Indra Setiawan dari Bengkel Mazaya Motor, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berupa 1 unit alat press dari Morotai Press.

Bagi komunitas, momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebersamaan dalam Kopdarnas 7 yang mempertemukan mekanik dari berbagai daerah.

Dari Komunitas Lokal untuk Persaudaraan Mekanik Indonesia

Kopdarnas 7 KMI di Makassar pada akhirnya bukan hanya tentang agenda nasional yang berlangsung selama 15–17 September 2026. Di dalamnya terdapat cerita mengenai bagaimana sebuah komunitas lokal mengambil peran dalam menjaga pertemuan mekanik dari berbagai daerah tetap berjalan dalam suasana kekeluargaan.

Komunitas Mekanik Jie, dengan Rohandi Daeng Naba sebagai ketua, membawa filosofi yang sederhana: mekanik berada dalam satu profesi dan karena itu dapat saling menguatkan sebagai saudara.

Silaturahmi, berbagi ilmu otomotif, dan kepedulian sosial menjadi tiga bagian yang berjalan berdampingan. Ketiganya pula yang memberi warna pada kiprah Mekanik Jie sebagai bagian dari komunitas mekanik di Sulawesi Selatan.

Dari Makassar, semangat tersebut kembali ditegaskan melalui satu moto yang menjadi identitas komunitas:

“Mekanik Solid, Rezeki Berlipat.”

#kopdarnas7Makassar

#Komunitasmekanikindonesia


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT